Selasa, 23 November 2010

Christian El Locco Gonzales jadi Garuda

El Locco jadi Garuda

Siapa yang tak kenal dengan Chistian Gonzales bagi insan pencinta sepak bola Indonesia, dengan nama asli Christian Gerard Alvaro Gonzalez (lahir di Montevideo, Argentina, 30 Desember 1976 merupakan penyerang yang sangat berbahaya pada liga Indonesia. Pada tahun ini dia bermain dengan klub sepak bola liga Indonesia, yaitu Persib Bandung dan menjadi pemain andalan bagi tim kebanggaan rakyat Jawa Barat ini. Penyerang yang menjadi pencetak gol terbanyak 4 kali berturut-turut ini, dengan bangga menjadi warga negara Indonesia. Pada tanggal 3 November 2010 el locco (julukan bagi Gonzales) resmi menjadi warga Indonesia secara naturalisasi. Tak perlu waktu lama pun, akhirnya el locco langsung dipanggil menjadi anggota skuad tim nasional Indonesia untuk piala AFF dan mengenakan lambang garuda di dada.

Perjalanan karir el locco di Indonesia dimulai dengan bermain bagi PSM Makasar pada tahun 2003, lalu pada tahun 2006 dia pindah ke Persik Kediri, dan pada akhirnya pelabuhanya el loco memilih Persib Bandung sebagai tim nya untuk berkarir di Indonesia Super League. Mudah-mudahan setelah el locco menjadi bagian tim nasional Indonesia, bisa membawa angin segar bagi persepakbolaan Indonesia bahkan bisa memberikan prestasi kepada garuda di tingkat asean maupun asia.
Bravo Christian El Locco Gonzales.

Karier Klub
Sud America
Bergabung dengan Sud America, sebuah klub di Uruguay, Montevidio, pada tahun 1995. Dalam periode 28 bulan, ia hanya tampil sekali dan tidak mencetak gol.
Huracan Ctes
Sud America meminjamkannya ke Huracan Ctes dengan status pinjaman. Ia tampil sebanyak 3 kali dan tidak mencetak gol.
Sud America
Kembali kepada Sud America setelah masa pinjaman yang cukup lama, ia akhirnya beberapa kali dipercaya sebagai starter. Ia tampil sebanyak 12 kali dan mencetak 1 gol.
Deportivo Maldonado
Pada tahun 2000, dengan status Free Transfer, ia berlabuh ke klub barunya, Deportivo Maldonado. Disini ia tampil sebanyak 22 kali dan mencetak 1 gol.


PSM Makassar
Pada tahun 2003, ia bergabung dengan PSM Makassar dengan status Free Transfer. Pada musim tersebut ia mencetak 27 gol dan PSM Makassar menjadi juara kedua Liga Indonesia. Tahun berikutnya ia dikenai skorsing oleh PSSI selama semusim dan didenda Rp 20 juta karena memukul salah seorang petugas Persita Tangerang saat bertanding.
Persik Kediri
Bebas dari skorsing, ia bergabung dengan Persik Kediri dan menjadi juara Liga Indonesia pada tahun 2006. Pada tahun 2008 ia dijatuhi skorsing dari Komdis setelah melakukan tindakan yang tidak sportif. Krisis finansial yang dialami Persik Kediri membuat manajemen Persik harus melakukan rasionalisasi gaji. Gonzalez merupakan salah satu dari beberapa pemain Persik yang tidak setuju atas keputusan tersebut.
Persib Bandung (pinjaman)
Pada 30 Januari 2009, manajemen Persib Bandung mengumumkan bahwa mereka telah merekrut Christian yang mendapat remisi dari Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Christian dikontrak dalam status sebagai pemain pinjaman dari Persik Kediri dan akan digaji 60 juta rupiah per bulan oleh Persib Bandung.
Ia memulai debut sebagai starter di Liga Super Indonesia ketika Persib menjamu Persipura di pertandingan yang berakhir 1-1 berkat gol yang juga dicetak olehnya. Ia bermain sebanyak 16 kali di Liga dan mencetak 14 gol, menjadikan Gonzalez sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Super bersama Boaz Solossa dengan 28 gol.
Persib Bandung
Setelah masa pinjamannya di Persib Bandung dan kontraknya di Persik Kediri habis, Ia langsung dikontrak oleh Persib Bandung sebagai pemain tetap. Di pra musim 2009-10, Ia mencetak gol untuk Persib di Piala Gubernur Jatim.Statistik Karier Profesional
Prestasi Cristian Gonzalez
Klub
· Juara Liga Indonesia 2006-2007
Individu
· Pencetak Gol Terbanyak Liga Indonesia 2003-2004 dengan 27 gol
· Pencetak Gol Terbanyak Liga Indonesia 2005-2006 dengan 30 gol
· Pencetak Gol Terbanyak Liga Indonesia 2006-2007 dengan 32 gol
· Pencetak Gol Terbanyak Liga Indonesia 2007-2008 dengan 26 gol
· Pencetak Gol Terbanyak Indonesia Super League 2008-2009 dengan 28 gol
· Pencetak Gol Terbanyak Kedua Indonesia Super League 2009-2010 dengan 18 gol
· Pencetak Gol Terbanyak Kedua Piala Indonesia 2005-2006 dengan 10 gol
· Pencetak Gol Terbanyak Kedua Piala Indonesia 2006-2007 dengan 8 gol
· Pencetak Gol Terbanyak Kedua Piala Indonesia 2007-2008 dengan 5 gol
· Pencetak Gol Terbanyak Kedua Piala Indonesia 2008-2009 dengan 7 gol
· Pencetak Gol Terbanyak Piala Indonesia 2009-2010 dengan 10 gol
Wikipedia

Daftar Pustaka, Kutipan, dan Catatan kaki

DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka (bibliografi) adalah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang menjadi suatu hubungan dengan sebuah karangan ataupun tulisan yang dibuat. Daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, dapat melihat kembali pada sumber aslinya.

Tujuan Daftar Pustaka

Memberi deskripsi yang penting tentang buku, majalah, dan harian yang diambil sebagai referensi sebagai bahan untuk ke originalan penulisan.

Unsur-unsur Daftar Pustaka

Inti dari penulisan daftar pustaka (bibliografi) adalah harus memperhatikan unsur-unsur dalam penulisanya sebagai berikut :

1) Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.

2) Judul Buku, termasuk judul tambahannya.

3) Data publikasi : penerbit , tempat terbit , tahun terbit , cetakan keberapa ,

nomor jilid , dan tebal

(jumlah halaman) buku tersebut.

4) Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan , nama

majalah , jilid. nomor dan tahun.

KUTIPAN

Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seorang Pengarang atau seseorang,baik berupa tulisan dalam buku,majalah,surat kabar,atau bentuk tulisan lainnya,atau mungkin dalam bentuk lisan yang dinilai bahwa hasil dari argumentasinya telah benar dan tidak perlu kita mebuan-buang waktu untuk melakukan penyidikan kasus, dan kita dapat langsung mengutip karya tersebut.

Tujuan

Dalam tulisan ilmiah,baik berupa artikel,karya tulis,skripsi,tesis,dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karanga. Kutipan memiliki fungsi sebagai berikut :

  • Landasan Teori
    b. Penguat Pendapat Penulis
    c. Penjelasan Suatu Uraian
    d. Bahan Bukti untuk Menunjang Pendapat itu.

Jenis Kutipan

    • Kutipan Langsung ,kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata,kalimat demi kalimat dari sumber teks asli.
    • Kutipan Tak Langsung ,kutipan tak langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja.
    • Kutipan pada Catatan Kaki.
    • Kutipan Atas Ucapan Lisan.
    • Kutipan dalam Kutipan.
    • Kutipan Langsung pada Materi.

Format Kutipan

Kutipan langsung :

  • Max. 4 baris kalimat, kecuali definisi

Kutipan Tidak Langsung

  • Mengambil ide / intisari pendapat orang kemudian menulis kembali dengan bahas lain
  • Cara ini lebih hidup dan personal
  • Disarankan untuk prodi TI

CATATAN KAKI

Catatan Kaki adalah keterangan dari sumber kutipan yang di tempatkan langsung di belakang kutipan, biasanya ditempatkan sebagai sumber referensi yang berada diakhir halaman.

Tujuan

Catatan Kaki dibuat untuk :

  1. Menyusun Pembuktian

  1. Menyatakan Hutang Budi

  1. Menyatakan Keterangan Tambahan

  1. Merujuk bagian lain dari teks

Evaluasi Perbedaan

Dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa ketiga pernyataan memiliki tujuan dan fungsi yang sama , yaitu sebagai rasa pentingnya dalam pencantuman keoriginalan kepada orang yang pendapatnya dikutip,dan sebagai pembuktian kebenaran kutipan tersebut.

Catatan Kuliah Bahasa Indonesia

abay26.wordpress.com

Rabu, 27 Oktober 2010

Fanatik Bukan Berarti Anarkisme

Tim sepak bola kesayangan anda kalah! Rusak fasilitas umum dan apapun yang ada didekatnya, itu lah yang sering terjadi pada supporter sepak bola Indonesia. Para pendukung yang setia dan teramat mencintai tim nya akan melakukan apapun demi tim kesayangnya. Mungkin untuk tim, para supporter merupakan pemain kedua belas saat bertanding, tiada hentinya mereka ( supporter ) memberikan semangat kepada tim nya.

Begitu fanatiknya ada saja beberapa pendukung yang tak mau mengingikan kalau tim yang dibelanya mengalami kekalahan. Andaikan tim kalah ada saja pendukung yang memulai untuk membuat hal anarkis yang membuat pendukung lainnya memulai anarkis juga. Hal seperti ini sebenarnya sangat merugikan banyak hal, selain dari tim tersebut yang akan terkena denda, fasilitas umum pun akan banyak yang rusak akibat anarkisme para pendukung.

Banyak hal yang membuat para pendukung melakukan anarkis, antara lain adalah kepimpinan wasit yang tak adil saat memimpin suatu pertandingan sehingga menimbulkan rasa kecewa kepada para pendukung. Hal ini dapat terjadi mungkin karena peraturan yang belum melekat pada semua elemen sepak bola di Indonesia. Namun para pendukung militan yang membuat anarkis tidak hanya terjadi di Indonesia saja, banyak di negara lain pun yang mempunyai pendukung fanatik bahkan melakukan hal anrkis lebih dari yang dilakukan para pendukung sepak bola di Indonesia. Mudah-mudahan saja para supporter sepak bola di Indonesia tidak lagi melakukan hal anarkis dalam setiap pertandingan tim favoritnya, karena olahraga harus dapat menjungjung tinggi sportifitas. BRAVO SEPAK BOLA DAN SUPPORTER DI INDONESIA!!.

Jumat, 22 Oktober 2010

Perencanaan Karya Ilmiah

Perencanaan Karangan Ilmiah

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Peranan Bahasa Indonesia di dalam dunia pendidikan sangtlah penting bahkan dalam kegiatan sehari-hari kita. Namun pada zaman sekarang banyak orang yang lebih bangga menggunakan bahasa internasional seperti bahasa inggris. Tidak hanya itu, banyak mahasiswa yang belum mengetahui bagaimana cara pembuatan suatu karya ilmiah yang sempurna.
Maka dari latar belakang ini mendeskripsikan secara detail dalam membuat perencanaan penulisan karya ilmiah. Karena salah satu kendala mahasiswa dalam menyelesaikan tahap akhir adalah dalam pembuatan karya ilmiah salah satunya.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, dapat kita tarik beberapa rumusan masalah dalam pembahasan dalam menganalisa, yaitu sebagai berikut :
  1. Baagaimana cara perencanaan penulisaan karya ilmiah
  2. Bagaiamana cara merumuskan tujuan dari penulisaan karya ilmiah


C. Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjadi bahan mengetahui bagaimana cara merencanakan dalam membuat penulisan karya ilmiah.


D. Manfaat Penulisan


Manfaat dari penulisan ini agar bisa mengetahui bagaiman cara merencanakan dan membuat penulisan karya ilmiah degan baik dan benar.


BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN JUDUL


A. Pengertian Bahasa


Sebelumnya perlu kita mengenal beberapa istilah yang biasa di pergunakan untuk bahasa Indonesia yakni.

a. Bahasa Resmi

Bahasa resmi ialah bahasa yang telah disahkan dan dipakai dalam administrasi pemerintahan dalam rapat-rapat disekolah-sekolah, dalam pertemuan-pertemuan resmi dan lain-lain.

b. Bahasa Negara

Bahasa Negara adalah bahasa yang berfungsi mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia.

c. Bahasa Persatuan

d. Bahasa Kesatuan

Bahasa kesatuan adalah bahasa yang telah menjadi satu. Oleh karena itu negara kita adalah negara kesatuan, oleh sebab itu dengan sendirinya menginginkan bahasa Indonesia yang menjadi bahasa kesatuan.

e. Bahasa Nasional

Bahasa Nasional adalah bahasa yang dipergunakan sebagai wadah untuk menyatakan aspirasi kenasioanalan antar rakyat.


B. Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah


Tahap penulisan karya ilmiah

  • Tahap persiapan
  • Tahap pengembangan
  • Tahap revisi


Tahap pra penulisan

  1. Memilih topik :
  • Mengandung masalah
  • Bermanfaat untuk dibahas
  • Cukup menarik terutama bagi penulis
  • Memiliki pengetahuan yang memadai tentang topik
  • Kemungkinan memperoleh bahan

2. Membatasi Topik :

  • Diagram pohon / diagram jam


3. Topik dan Judul :

  • Harus sesuai dengan topik / pokok persoalan
  • Nyatakan dalam bentuk suatu proses
  • Singkat
  • Jelas


4. Merumuskan Tujuan Penulis

Rumusan tujuan Penulisan adalah suatu gambaran atau perencanaan menyeluruh yang akan mengarahkan penulis dalam penulisan selanjutnya dengan menentukan tujuan penulisan.


5. Mengumpulkan Bahan

Bahan-bahan yang diperoleh dari berbagai sumber sebaiknya dicatat. Pengetahuan ini diperlu terutama dalam penulisan karya ilmiah. Pengetahuan ini bertujuan untuk memudahkan penulis dalam mencari sumber informasi.

Informasi yang diperoleh dari bacaan dapat di tuliskan dalam beberapa bentuk, yakni :

1. Kutipan, Jika kita menyalin kata-kata dari buku tepat seperti aslinya.

2. Prafase, jika kita mengungkapkan kembali maksud penulis dengan kata-kata sediri

3. Rangkuman atau ringkasan. Jika kita meringkas yang kita baca.

4. Evaluasi atau ulasan, jika kita mengemukakan reaksi terhadap gagasan yang dikemukakan penulis.


6. Menyusun Kerangka

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah adalah merencanakan bangsa di tuntut untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Topik karya ilmiah banyak bersumber dari hasil pengamatan. Pengalaman dan penjelasan. Untuk mengambil topik harus yang menarik untuk dibahas, tidak terlalu luas dan terlalu sempit sesuai dengan minat dan kemampuan penulis.

B. SARAN

Dalam berkomunikasi sehari-hari kita harus menggunakan EYD yang berlaku.


Daftar Pustaka

  1. http://hadirukiyah.blogspot.com/2010/08/merencanakan-penulisan-karya-ilmiah.htm
  2. catatan mata kuliah bahasa indonesia



ARTIKEL :

Merencanakan Penulisan Karya Ilmiah

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sangat penting Peranan Bahasa Indonesia di dalam dunia Pendidikan dan dunia sehari-hari kita. Mengingat hal yang terjadi pada zaman sekarang banyak bagi mereka yang seolah-olah ingin melupakan bahasa Indonesia bahasa persatuan ataupun gengsi dan lain sebagai nya, karena kebanyakan bagi mereka lebih memilih bahasa internasional yang sedang tren saat ini yaitu English Language (Bahasa Inggris). Dan pula banyak dari mereka bagi mahasiswa yang belum mengetahui bagaimana cara membuat makalah / karya ilmiah yang sebenarnya (yang sempurna).

Sehingga dari latar belakang tersebut kami sebagai penulis untuk mendeskripsikan secara detail. Tentang bagaimana cara merencanakan penulisan karya ilmiah yang di ajarkan kepada mahasiswa STAIN Pamekasan pada khususnya. Mengingat salah satu kendala yang dihadapi oleh mahasiswa pembuatan karya ilmiah sebagai salah satu syarat penyelesaian

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, dapatlah di tarik beberapa rumusan masalah yang menjadi focus penulis dalam menganalisa yaitu sebagai berikut :

1. Bagaimana merencanakan penulisan karya ilmiah

2. Bagaimana cara merumuskan tujuan penulisan karya ilmiah

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan dan penyusunan makalah ini yaitu sebagai bahan dan referensi dan untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui dan merencanakan penulisan karya ilmiah.

D. Manfaat Penulisan

Manfaat penulisan ini bisa mengetahui bagaimana caranya untuk bisa merencanakan dan membuat makalah yang baik.



BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN JUDUL

A. Pengertian Bahasa

Sebelum membicarakan materi pokok bahasa Indonesia. Perlu kita mengenal beberapa istilah yang biasa di pergunakan untuk bahasa Indonesia yakni.

a. Bahasa Resmi

Bahasa resmi adalah bahasa yang telah di sahkan dengan undang-undang atau peraturan pemerintah (resmi = rasmi, kamus umum bahasa Indonesia - Poewadarminta). Bahasa resmi ialah bahasa yang telah disahkan dan dipakai dalam administrasi pemerintahan dalam rapat-rapat disekolah-sekolah, dalam pertemuan-pertemuan resmi dan lain-lain.

b. Bahasa Negara

Bahasa Negara adalah bahasa yang berfungsi mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Tanpa adanya satu bahasa yang dapat menghubungkan suku yang satu dengan suku yang lain tak dapat dibayangkan bagaimana kita harus berhubungan di Indonesia yang terdiri dari 13.677 Pulauu (berpnghuni. 6.004 Pulaui) dan terdiri dari ratusan bangsa.

c. Bahasa Persatuan

Bahasa kesatuan adalah bahasa yang berfungsi mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Tanpa adanya satu bahasa yang dapat menghubungkan suku yang satu dengan suku yang lain tak dapat dibayangkan bagaimana kita harus berhubungan di Indonesia yang terdiri dari 13.677 pulau (berpenghuni 6.004 Pulau) dan terdiri dari ratusan bangsa

d. Bahasa Kesatuan

Bahasa kesatuan adalah bahasa yang telah menjadi satu. Oleh karena itu negara itu negara kita adalah negara kesatuan, maka dengan sendirinya kita menginginkan bahasa Indonesia juga hendaknya menjadi bahasa kesatuan.

e. Bahasa Nasional

Bahasa Nasional dalai bahasa yang dipergunakan sebagai wahana untuk menyatakan aspirasi kenasioanalan. Perkataan nasional dari kata "nation" artinya bangsa, kemudian melahirkan nasionalisme, nasionalist, yang mengandung makna "Perjuangan".

B. Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah

Untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang baik, seorang penulis harus merencanakan nya. Dengan matang. Beberapa langkah yang harus dilalui meliputi:

1. Memilih topic

2. Merumuskan tujuan penulisan

3. mengumpulkan bahan

4. menyusun kerangka.

Dengan langkah yang sistematis itu, hasil tulisandari seorang penulis di harapkan tidak memiliki cacat yang sekecil-kecilnya.

1. Pemilihan Topik

Memilih topic berarti memilih apa yang akan menjadi pokok pembicaraan. Topic itu dapat diperoleh dari berbagai sumber yakni : pengalaman, pengamatan, pendapat dan khayalan. Topik-topik karya ilmiah banyak yang bersumber pada pengamatan, pengalaman dan penalaran.

Istilah topic sering dikacaukan dengan tema. Topic adalah medan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Tema adalah pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Tema sifatnya masih hipotesis yang masih hipotesis yang masih memerlukan pembinaan atau penolakan dengan cara penelitian.

Dalam memilih topik karya ilmiah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

a. Topik yang akan dipilih hendaknya menarik untuk dikaji. Sebuah topik akan menarik apabila

1. Merupakan masalah yang menyangkut persoalan bersama

2. Merupakan jalan keluar dari suatu persoalan yang tengah dihadapi

3. Mengandung konflik pendapat

4. Masalah yang di kaji hendaknya dapat diselesaikan dalam waktu yang disediakan

b. Topik jangan terlalu luas dan terlalu sempit

c. Topik yang di pilih sesuai dengan minat dan kemampuan penulis

d. Topik yang di kaji hendaknya ada manfaatnya untuk menambah ilmu pengetahuan atau yang berkaitan dengan profesi.

2. Merumuskan Tujuan Penulisan

Rumusan tujuan Penulisan adalah suatu gambaran atau perencanaan menyeluruh yang akan mengarahkan penulis dalam penulisan selanjutnya dengan menentukan tujuan penulisan. Bahan-bahan apa yang diperlukan Organisasi karangan yang akan diterapkan dan sudut pandang penulis yang dipilih.

Tujuan penulisan dapat dinyatakan dengan dua cara. Jika tulisan yang di kembangkan merupakan tema dari seluruh tulisan. Tujuan penulisan dapat di rumuskan dalam bentuk tesis. Jika tulisan yang dikembangkan bukan merupakan dari seluruh tulisan, maka tujuan penulisan dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan maksud keduanya akan membimbing penulis dalam mengarahkan tulisannya.

Tesis adalah sebuah kalimat yang merupakan kunci untuk seluruh tulisan. Sebuah tesis itu senada dengan kalimat topik dalam suatu paragraph tesis umumnya berbentuk suatu kalimat, baik kalimat tunggal atau kalimat majemuk bertingkat. Sebuah tesis tidak berbentuk kalimat majemuk setera, karena dalam kalimat majemuk secara berisi dua gagasan sentral. Fungsi tesis dalam sebuah karangan sama dengan fungsi topik untuk paragraph pertama dalam karangan ilmiah.

Sebuah tesis hendaknya memiliki sifat terbatas. Mengandung kesatuan dan ketepatan. Rumusan tesis yang terlalu umum berimplikasi terhadap sebuah uraian yang berisi tentang sesuatu tempat memberikan petunjuk tentang apa yang akan dibahas. Dan bagaimana membahas nya.

3. Mengumpulkan Bahan

Bahan-bahan yang diperoleh dari berbagai sumber sebaiknya di catat dalam kartu-kartu informsi. Pengetahuan ini perlu di lakukan terutama dalam penulisan karya ilmiah yang cukup besar. Seperti : Skripsi, tesis, disertasi atau buku. Pengetahuan ini bertujuan untuk memudahkan penulis dalam melacak sumber informasiya.

Informasi yang diperoleh dari bacaan dapat di tuliskan dalam berbarapa bentuk, yakni :

1. Kutipan, Jika kita menyalin kata-kata dari buku tepat seperti aslinya.

2. Prafase, jika kita mengungkapkan kembali maksud penulis dengan kata-kata sediri

3. Rangkuman atau ringkasan. Jika kita menyaring yang kit abaca.

4. Evaluasi atau ulasan, jika kita mengemukakan reaksi terhadap gagasan yang dikemukakan penulis


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah adalah merencanakan bangsa di tuntut untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sesuai dengan dengan matang suatu topik yang benar-benar dipilih oleh penulis.

Topik karya ilmiah banyak bersumber dari hasil pengamatan. Pengalaman dan penjelasan. Untuk mengambil topik harus yang menarik untuk dibahas, tidak terlalu luas dan terlalu sempit sesuai dengan minat dan kemampuan penulis.

B. SARAN

Dalam berkomonikasi sehari-hari kita sebagai tuns-tunas EYD yang berlaku.


DAFTAR PUSTAKA

- Pedoman Penulisan Karya Ilmiah STAIN Pamekasan, Edisi Kedua, 2003

- Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang di sempurnakan (Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia 1993.

- Drs. H. Aziz Djaja


http://hadirukiyah.blogspot.com/2010/08/merencanakan-penulisan-karya-ilmiah.html

catatan mata kuliah bahasa indonesia

Senin, 18 Oktober 2010

Sepeda Motor dengan Kunci Sidik Jari

Semua yang akan terjadi dan terealisasikan merupakan tahap selanjutnya yang dikembangkan lewat mimpi dan daya imajinasi yang tinggi dari seorang ahli untuk menciptakan suatu hal yang baru. begitu juga dengan dirinya saya yang mempunyai imajinasi untuk membuat salah satu bagian dari kecerdasan buatan ( Artificial Intelegensi) sebagai tugas dari mata kuliah Sistem Berbasis Pengetahuan. Untuk pembuatan AI ini saya berimajinasi untuk membuat sepeda motor dengan kunci sidik jari dan beredar di indonesia, mungkin memang belum terdengar ada sepeda motor dengan sidik jari sebagai kuncinya. daya khayal saya langsung tertuju pada sepeda motor karena semakin maraknya pencurian sepeda motor di berbagai daerah.
Mungkin dengan dibuatnya sepeda motor dengan kunci sidik jari ini akan membuat sulit para pencuri motor untuk lebih mudah untuk mengambil motor, seakan sepeda motor akan menjadi sangat dekat dengan pemiliknya karena kenyaman dalam menaruh motornya. Dengan menggunakan sidik jari sebagai kunci utama motor maka motor tersebut akan menyala bila hanya disentuh oleh sidik jari pemilik motor tersebut seakan motor menjadi sangat privacy untuk si pemilik. Dibuatnya motor menggunkan kunci sidik jari ini mungkin dapat mengurangi pencurian motor yang semakin berjamur dan menjadi solusi dalam mengatasi kenyaman pemilik kendaraan motor saat menaruh motor di tempat umum maupun di rumah sendiri. Namun demikian ada kelebihan pasti ada kekuranganya, karena menggunakan sidik jari maka bila terjadi kerusakan pada sidik jari si pemilik maka motor tidak akan bisa menyala kecuali di bongkar pada sistem starter motor.

Selasa, 01 Juni 2010

Pendidikan di Indonesia

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia.

Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal pada saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup.
Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia akan bisa (mengajar) bayi mereka sebelum kelahiran.

Bagi sebagian orang pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."
Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam -- sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka -- walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Pendidikan di Indonesia
Jenjang pendidikan
Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.

Pendidikan dasar
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.

Pendidikan menengah
Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.

Pendidikan tinggi
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Jalur pendidikan
Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

Pendidikan formal
Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

Pendidikan nonformal
Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja.
Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. Program - program PNF yaitu Keaksaraan fungsional (KF); Pendidikan Kesetaraan A, B, C; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); Magang; dan sebagainya Lembaga PNF yaitu PKBM, SKB, BPPNFI, dan lain sebagainya.

Pendidikan informal
Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.

Jenis pendidikan
Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

Pendidikan umum
Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Pendidikan kejuruan
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK).

Pendidikan akademik
Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

Pendidikan profesi
Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional.

Pendidikan vokasi
Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).

Pendidikan keagamaan
Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan /atau menjadi ahli ilmu agama.

Pendidikan khusus
Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa/SLB).


Tingkatan pendidikan di Indonesia
Usia Kelas Lembaga pendidikan
3 KB Taman Kanak-kanak
4 A
5 B
6 1 Sekolah dasar
7 2
8 3
9 4
10 5
11 6
12 7 Sekolah menengah pertama
13 8
14 9
15 10 Sekolah menengah atas/Sekolah kejuruan
16 11
17 12
18 Akademi/Institut/Politeknik/Sekolah tinggi/Universitas
19
20
21

http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan

Pentingnya Pajak

Sebenarnya kalau pemerintah transparan dalam pengelolaan, masyarakat akan dengan rela membayar pajak. Misalnya suatu lingkungan merupakan pembayar pajak yang tertib akan memperoleh fasilitas lebih dari pemerintah, sedangkan yang tidak tertib fasilitasnya akan dikurangi, sehingga masing-masing lingkungan akan mengingatkan warganya untuk tertib membayar pajak.
Bagaimana di Indonesia? banyak warga yang kurang taat akan pajak, kenapa? Salah satu hal yang menyebabkan ini adalah :
1. Tidak transparannya pemakaian dana pajak untuk apa?
2. Untuk bayar pajak saja susahnya bukan main, terkadang harus melalui calo atau oknum yang merangkap calo (misalnya membayar pajak kendaraan)
3. Anggapan rugi bayar pajak karena tidak ada untungnya. Kecuali bagi pejabat dan anggota DPR/D.
Untuk merangsang masyarakat membayar pajak ada beberapa cara
1. manajemen pajak harus diperbaharui dulu dibuat yang sederhana, sehingga mudah dimengerti perhitungannya, dan masyarakat tahu manfaatnya, misalnya kalau bayar Pajak PBB manfaatnya untuk perbaikan lingkungan 80% untuk bayar pegawai 20%, pajak kendaraan untuk perbaikan jalan 50% untuk keselamatan 50%, pajak X untuk apa, pajak Y untuk apa.
2. mudah dalam cara membayarnya, misalnya melalui ATM atau kantor kas/pos terdekat.
3. Setiap tahun pemerintah mengumumkan hasil pajak digunakan untuk apa saja, misalnya 30 persen untuk gaji wakil rakyat, 30 persen gaji pejabat, 30 persen untuk belanja pegawai, 10 persen untuk kesejahteraan rakyat.
Kalau membayar pajak mudah dan penggunaannya transparan saya yakin masyarakat Indonesia RELA BAYAR PAJAK, kalau kita tidak tahu manfaat membayar pajak tentu saja akan timbul pertanyaan KENAPA KITA HARUS BAYAR PAJAK?


Jenis Pajak dan Manfaatnya
Secara umum, pajak yang berlaku di Indonesia dapat dibedakan menjadi Pajak Pusat dan Pajak Daerah. Pajak Pusat adalah pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Pusat yang dalam hal ini sebagian dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak - Departemen Keuangan. Sedangkan Pajak Daerah adalah pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Daerah baik di tingkat Propinsi maupun Kabupaten/Kota.

Pajak-pajak Pusat yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak meliputi :

1.Pajak Penghasilan (PPh)

PPh adalah pajak yang dikenakan kepada orang pribadi atau badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam suatu Tahun Pajak. Yang dimaksud dengan penghasilan adlah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang berasal baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia yang dapat digunakan untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan dengan nama dan dalam bentuk apapun. Dengan demikian maka penghasilan itu dapat berupa keuntungan usaha, gaji, honorarium, hadiah, dan lain sebagainya.

2.Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean. Orang Pribadi, perusahaan, maupun pemerintah yang mengkonsumsi Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak dikenakan PPN. Pada dasarnya, setiap barang dan jasa adalah Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak, kecuali ditentukan lain oleh Undang-undang PPN. Tarif PPN adalah tunggal yaitu sebesar 10%. Dalam hal ekspor, tarif PPN adalah 0%. Yang dimaksud Dengan Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, peraian, dan ruang udara diatasnya.

3.Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn BM)

Selain dikenakan PPN, atas barang-barang kena pajak tertentu yang tergolong mewah, juga dikenakan PPn BM. Yang dimaksud dengan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah adalah :

a.Barang tersebut bukan merupakan barang kebutuhan pokok; atau
b.Barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tertentu; atau
c.Pada umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi; atau
d.Barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukkan status; atau
e.Apabila dikonsumsi dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat, serta mengganggu ketertiban masyarakat.

4.Bea Meterai

Bea Meterai adalah pajak yang dikenakan atas dokumen, seperti surat perjanjian, akta notaris, serta kwitansi pembayaran, surat berharga, dan efek, yang memuat jumlah uang atau nominal diatas jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan.

5.Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

PBB adalah pajak yang dikenakan atas kepemilikan atau pemanfaatan tanah dan atau bangunan. PBB merupakan Pajak Pusat namun demikian hampir seluruh realisasi penerimaan PBB diserahkan kepada Pemerintah Daerah baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota.

6.Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

BPHTB adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. Seperti halnya PBB, walaupun BPHTB dikelola oleh Pemerintah Pusat namun realisasi penerimaan BPHTB seluruhnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota sesuai dengan ketentuan.

Pajak-pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota antara lain meliputi :

1.Pajak Propinsi

a.Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air;
b.Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air;
c.Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bemotor;
d.Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan.

2.Pajak Kabupaten/Kota
a.Pajak Hotel;
b.Pajak Restoran;
c.Pajak Hiburan;
d.Pajak Reklame;
e.Pajak Penerangan Jalan;
f.Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C;
g.Pajak Parkir.

Manfaat Pajak

Sebagaimana halnya perekonomian dalam suatu rumah tangga atau keluarga, perekonomian negara juga mengenal sumber-sumber penerimaan dan pos-pos pengeluaran. Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Tanpa pajak, sebagian besar kegiatan negara sulit untuk dapat dilaksanakan. Penggunaan uang pajak meliputi mulai dari belanja pegawai sampai dengan pembiayaan berbagai proyek pembangunan. Pembangunan sarana umum seperti jalan-jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit/puskesmas, kantor polisi dibiayai dengan menggunakan uang yang berasal dari pajak. Uang pajak juga digunakan untuk pembiayaan dalam rangka memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Setiap warga negara mulai saat dilahirkan sampai dengan meninggal dunia, menikmati fasilitas atau pelayanan dari pemerintah yang semuanya dibiayai dengan uang yang berasal dari pajak. Dengan demikian jelas bahwa peranan penerimaan pajak bagi suatu negara menjadi sangat dominan dalam menunjang jalannya roda pemerintahan dan pembiayaan pembangunan.

Disamping fungsi budgeter (fungsi penerimaan) di atas, pajak juga melaksanakan fungsi redistribusi pendapatan dari masyarakat yang mempunyai kemampuan ekonomi yang lebih tinggi kepada masyarakat yang kemampuannya lebih rendah. Oleh karena itu tingkat kepatuhan Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya secara baik dan benar merupakan syarat mutlak untuk tercapainya fungsi redistribusi pendapatan. Sehingga pada akhirnya kesenjangan ekonomi dan sosial yang ada dalam masyarakat dapat dikurangi secara maksimal.

http://masalahpajak.blogspot.com/2007/11/jenis-pajak-dan-manfaatnya.html
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=748